IGI DULU, SEKARANG, DAN YANG AKAN DATANG
Di luar pesawat cuaca lagi tidak bersahabat, dari pengeras suara keluar pengumuman bahwa cuaca buruk, hujan deras dan kilat sambar menyambar. Maha besar Alla Subhahana huwataala yang telah menciptakan langit dan bumi, selamatkan kami ya Allah. Dalam keadaan kuatir dan was-was saya menulis tulisan ini.
Sejak kelahiranya pada tahun 2009 yang lalu IGI telah berusaha untuk tumbuh dan berkembang, akan tetapi saya belum terpengaruh untuk bergabung dengan IGI hal ini terjadi karena saya adalah pengurus PGRI dan IGI sendiri tidak berkembang di tempat saya, akan tetapi sejak agustus 2016 saya mulai sering membaca tulisan seseorang dengan inisial MRR di facebook, melalui tulisan itu saya mulai mencari tahu mengenal IGI, apa saja kegiatan IGI, ternyata IGI bukanlah pemberontak yang lagi cari perhatian, bukan pula kumpulan orang-orang yang sakit hati ataupun kecewa terhadap organisasi profesi lainnya, ataupun organisasi parasit. IGI adalah organisasi yang fokus pada peningkatan kompetensi guru, IGI menjawab tantangan jaman, tantangan akan era digital.
Pda setiap tulisannya MRR mengungkapkan akan pentingnya guru melek IT, bagaimana guru merencanakan dan melaksanakan pembelajaran yang menarik, interaktif dan memanfaatkan IT.
Berdasarkan hasil kajian dan dengan mencari tahu melalui situsnya maka ketika ada teman yang mengajak untuk bergabung dengan IGI maka saya langsung meresponnya, kenapa tidak? Walaupun saya menjadi pengurus juga di organisasi profesi lainnya akan tetapi saya merasa tak masalah.
Program IGI yang mulai terkenal di negeri ini adalah SAGUSALAK (satu guru satu laptop), SAGUSANOV (SATU GURU SATU KARYA INOVATIF), SAGUSATAB (Satu guru satu tablet), SAGUSANDRO (satu guru satu karya animasi drawing), SAGUSAKTI (satu guru satu karya tulis), SAGUSABLOG (satu guru satu blog), dan sagu-sagu yang lainnya, mungkin akan muncul lagi istilah SAGUSABU (Satu guru satu buku).
Itulah gambaran IGI sekarang, yang telah melatih 100 orang guru di seluruh Indonesia dengan harapan setiap peserta TOT akan melatih 150 orang baik secara online maupun offline, sehi gga dalam 1 tahun saja sudah bisa menghasilkan guru dengan kompetensi digital sebanyak 15.000 orang, luar biasa, suatu cita-cita ambisius yg bisa dicapai oleh IGI dimasa yang akan datang. INSYA ALLAH jika ada ko itmen dan kerjasama. Ditulis oleh Idaharyani
Tidak ada komentar:
Posting Komentar